“People think a soul mate is your perfect fit, and that's what everyone wants. But a true soul mate is a mirror, the person who shows you everything that is holding you back, the person who brings you to your own attention so you can change your life.
A true soul mate is probably the most important person you'll ever meet, because they tear down your walls and smack you awake. But to live with a soul mate forever? Nah. Too painful. Soul mates, they come into your life just to reveal another layer of yourself to you, and then leave.
A soul mates purpose is to shake you up, tear apart your ego a little bit, show you your obstacles and addictions, break your heart open so new light can get in, make you so desperate and out of control that you have to transform your life, then introduce you to your spiritual master...”
― Elizabeth Gilbert -
A true soul mate is probably the most important person you'll ever meet, because they tear down your walls and smack you awake. But to live with a soul mate forever? Nah. Too painful. Soul mates, they come into your life just to reveal another layer of yourself to you, and then leave.
A soul mates purpose is to shake you up, tear apart your ego a little bit, show you your obstacles and addictions, break your heart open so new light can get in, make you so desperate and out of control that you have to transform your life, then introduce you to your spiritual master...”
― Elizabeth Gilbert -
Saturday, 29 March 2014
sepi
Rasanya sepi, ga nyaman. Mau marah tapi ga bisa. Lagian mau marah sama siapa? Sabar? Sometimes gw ilang sabar. Gw berontak, sampai kapan?
Wednesday, 5 March 2014
mirip kisah gw
Sebuah lagu berjudul hiding my heart yang dinyanyikan oleh mbok dhe Adele, nyentuh banget yakh? wkwkwkwk. Berasa itu curcolan gw. Huft... ada yang punya cerita sama persis kayak gw? wkwkwk.. Emang kisah gw kayak gimana? Ya ada deh pokoknya wkwkwk.. Yang jelas ya sebelas dua belas sama lirik lagu nya mbok dhe Adele diatas. Kalo gitu, gw galau dong? Ting tong...salah XD Gw ga lagi galau, soalnya itu kisah lalu. Bukan kisah gw yang sekarang. Sekarang ya statusnya teringat aja ^.^
Saturday, 1 March 2014
Relation(shit)
Gw nemu artikel bagus di web. Artikel ini ada di CLEO. Patut di baca sih. Nih gw share
Every woman wants to live happily ever after with Mr right. Tapi bagaimana jika pria yang Anda anggap Mr.Right ternyata berubah menjadi Mr.Wrong? Apakah Anda akan terus mempertahankannya?
Mungkin Anda akan mengatakan TIDAK, tapi kenyataannya semua itu sulit terlaksana. Sudah banyak hubungan yang sulit diputuskan hanya karena Anda sayang untuk melepaskannya. Tapi Anda juga merasa tidak bahagia dengan hubungan ini. Its painful as well as stressful to put all your time into a relationship just to leave with nothing. Jadi, apakah hubungan yang tidak sehat ini harus dipertahankan? Here are some clues to look for in a guy whom you're not sure about and also some stories from CLEO babes:
1. Posesif
Ciri-ciri: Memiliki kadar kecemburuan yang sangat besar. Setiap hari ia selalu menanyakan agenda Anda. Setiap jam ia menelepon dan menanyakan Anda ada dimana. Ia harus tahu semua account dan password email, facebook, dan twitter Anda. Ia akan memeriksa inbox sms Anda dan menginterogasi saat ada panggilan di ponsel Anda.
Her Say: Dilla Octariani, 23
“Saya pernah memiliki kekasih yang posesif. Ia harus tahu semua account email dan jejaring sosial saya, harus tahu isi phonebook saya, kalau ada telepon, ia akan bertanya macam-macam pada saya. Parahnya, setiap ada sms, telepon, atau komentar di facebook dari pria lain, saya pasti dituduh selingkuh! Padahal nggak jelas apa alasannya. Bahkan kalau saya lagi jalan sama dia, lalu ada pria yang nggak sengaja melihat saya, saya disangka kenal dan ada apa-apa dengan orang itu!
Dulu saya masih berusaha meladeni sikap posesifnya itu dengan cara bersikap cuek, tapi lama-lama sikapnya makin parah. Dan gara-gara itu saya jadi tidak jujur sama dia. Karena saya pikir, jujur saja dicurigai, jadi lebih baik bohong sekalian. Tapi akhirnya saya capek juga. Saya pun memutuskan hubungan ini. Ngapain juga saya pacaran dengan dia kalau tidak bahagia?”
2. Mengisolasi Anda
Ciri-ciri: Dia selalu melarang Anda pergi dengan teman-teman Anda, bahkan dengan sahabat terdekat Anda. Dia selalu curiga bahkan saat Anda sedang meeting untuk urusan kantor. Selain pekerjaan, hidup Anda hanya didedikasikan untuk pasangan. Lama-lama teman-teman mulai menjauhi Anda. Akhirnya, Anda pun mulai merasa sendirian, terasing, dan terisolasi dari pergaulan.
Her Say: Novi Ristyanie, 24
“Dulu, mantan kekasih sering melarang saya mengikuti berbagai kegiatan dan melarang saya bergaul dengan beberapa teman tanpa alasan yang jelas. Mungkin dia cemburu dan merasa insecure. Ia pernah beralasan kalau larangannya itu untuk menghindari saya dari kemungkinan selingkuh. Padahal pergaulan saya dengan teman-teman laki-laki masih dalam batas wajar. Saat berkegiatan, saya harus sudah sampai di rumah jam 9 malam, padahal kegiatan saya itu tidak bisa dijadwalkan waktunya. Lalu tepat jam itu ia akan menelepon ke rumah. Kalau saya belum sampai, ia akan marah besar sampai saya harus menangis memohon maaf. Ini sering membuat saya down dan berbohong untuk melakukan hal-hal yang dilarang olehnya. Akhirnya saya memberontak. Saya tetap beraktivitas tanpa memedulikan larangannya. Bahkan saya mulai berani marah jika ia mulai memarahi saya. Karena sudah lelah saya memutuskan hubungan ini tanpa rasa sedih atau kehilangan sama sekali.”
3. Abusif
Ciri-ciri: Yang dimaksud dengan abusif bukan cuma secara fisik tapi juga mental. Moodnya sering berubah secara drastis dan biasanya ia menyalahkan Anda sebagai penyebabnya. Emosinya bisa meledak di mana pun dan kapan pun, tak peduli dengan orang di sekeliling Anda. Bagi yang abusif secara fisik, mereka tak segan-segan menampar, memukul, atau meninju Anda untuk alasan yang sepele. Bahkan ia juga bisa melakukan tindakan sexual abuse.
Her say: Thika, 20
“Pacar saya dulu sangat posesif. Ia pernah memukul ulu hati saya sampai saya pingsan karena cemburu melihat saya dansa di acara cultural exchange farewell party. Saya benar-benar tidak percaya dia melakukan itu pada saya. Perilakunya itu masih berlanjut. Tidak jarang ia menampar saya karena masalah kecil. Dari situ saya ingin memutuskan hubungan ini, tapi ia selalu memohon-mohon supaya tidak diputuskan. Saya lalu berusaha memberinya kesempatan, tapi ia tetap tidak berubah. Akibat sikap posesifnya ini, saya jadi banyak berbohong. Karena tidak tahan lagi, akhirnya kami putus juga. Akhirnya hilang sudah penderitaan saya selama dua tahun. Saya tidak bisa membayangkan kalau akhirnya harus hidup terus-terusan dengan orang psycho seperti dia.”
4. Memanfaatkan materi Anda
Ciri-ciri: Karena ada maunya, mereka biasanya menunjukkan sikap romantis. Dia tak segan mengeluarkan rayuan maut agar Anda mengeluarkan uang untuk membelikan barang-barang yang ia mau. Jika Anda tidak sadar dengan aksinya itu, ia akan berani minta uang dengan alasan meminjam dan akan dikembalikan jika sudah punya uang. Tapi sampai kapan pun dia takkan pernah mengembalikannya.
Her say: Ellena, 25
“Saya pernah memiliki kekasih yang matre. Awalnya saya berpikir, kalau saya bisa memberi, kenapa saya harus perhitungan? Toh ia kekasih saya. Dulu, mulai dari nonton, makan, membeli baju, sepatu, bensin, dan pulsa, selalu saya yang bayar. Hal-hal kecil seperti membeli rokok dan membayar parkir pun memakai uang saya. Bisa dibilang semua keperluan dia, saya yang membiayai. Bahkan, kalau saya minta ditemani ke salon, dia malah lebih bersemangat karena bisa ikut melakukan perawatan (yang ujung-ujungnya saya juga yang bayar)! Pada tahun pertama, saya masih bisa menerima keadaan ini. Sampai akhirnya saya menyadari kalau laki-laki ini hanya menggerogoti uang saya. Akhirnya keputusan itu keluar juga dari mulut saya, saya katakan sejujurnya kalau saya malu setiap kali pergi dengan teman-teman, selalu saya yang harus membayar semuanya. Dengan memutuskannya dan berkata jujur, akhirnya saya merasa lebih lega dan bisa move on dengan hidup saya.”
5. Egois & mau menang sendiri
Ciri-ciri: Pria seperti ini hanya melihat dari sudut pandangnya dan tidak dapat melihat dari sudut pandang orang lain. Ia juga hanya memikirkan kepentingan pribadinya. Tidak mudah untuk berdiskusi dengannya karena ia akan berusaha keras agar kita menuruti pendapatnya.
Her say: Nia Dyah Rahmianti, 25
“Pacar egois? Hmmm, mantan pacar saya dulu seperti itu. Ia selalu menganggap apa yang saya lakukan selalu salah. Misalnya, ketika saya ingin ikut kursus bahasa asing, dia menganggap itu tidak perlu. Saat saya ingin memotong rambut, dia bilang wanita itu harus berambut panjang. Ketika pergi berdua pun saya jarang sekali bisa menentukan kemana ingin pergi. Belum lagi ketika kami berdebat tentang banyak hal, saya harus tunduk pada argumen yang dia katakan. Awalnya saya tidak merasakan keegoisannya itu karena tertutup perasaan sayang. Tapi lama-lama saya merasa seperti robot. Kalau salah satu pihak selalu mau menang sendiri, untuk apa hubungan ini dipertahankan? Akhirnya saya putus dengan dia. Baru pacaran saja sudah bersikap seperti itu, bagaimana nanti kalau sudah menikah?”
6. Selingkuh lagi, lagi, lagi, dan lagi
Ciri-ciri: Setia tidak ada dalam kamus hidupnya. Pria yang suka selingkuh berarti tidak pernah menghargai pasangannya. Setelah ketahuan biasanya ia akan meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Tapi siklus perselingkuhan dan permintaan maafnya akan terus terjadi berulang kali.
Her say: Shinta Ria, 32
“Dulu saya pacaran hampir 5 tahun dengan seorang pria. Di tahun kedua, ia ketahuan selingkuh dengan mantannya. Saat ketahuan, dia pun minta maaf. Pertama kali saya masih bisa memaafkan, tapi seiring berjalannya waktu saya masih curiga dia selingkuh lagi. Dan ternyata benar, dia masih berhubungan dengan orang yang sama. Saat itu saya masih memaafkannya. Sampai suatu ketika saya pergi ke rumahnya dan menemukan nomor telepon wanita itu. Saya lalu mencoba meneleponnya dan ternyata kekasih saya ada di rumah wanita itu. Rasanya marah, sakit hati, benci sekali. Akhirnya saya berpikir, kalau ada yang pertama, kedua, ketiga kalinya, pasti akan ada perselingkuhan yang berikutnya. Saya tidak mau kebodohan ini terulang lagi, jadi kenapa saya tidak berani untuk mutusin dia? Memang butuh waktu lama untuk memastikan semua itu sampai akhirnya saya yakin kalau perasaan sayang itu sudah tidak ada. Setelah saya putuskan, dia masih minta balik ke saya, tapi perasaan sayang saya sudah berubah jadi benci.”
7. Cuek dan tidak memedulikan Anda
Ciri-ciri: Hubungan Anda berdua seperti bukan sepasang kekasih karena ia lebih sibuk dengan kegiatannya dan teman-temannya. Anda jarang pergi berduaan dengannya, bahkan sangat jarang menghubungi Anda. Tidak heran kalau Anda malah merasa seperti wanita single tanpa pacar.
Her say: Ddhe Van Versie, 24
“Saya pernah menjalani hubungan dengan pria yang usianya dua tahun lebih muda dari saya. Mungkin karena itulah ia lebih sering pergi dengan teman-temannya. Menelepon dan memberi kabar pun sangat jarang! Sebagai wanita, saya kan juga sesekali ingin diperhatikan. Saya jadi merasa tidak pernah dihargai sebagai kekasihnya. Karena sedih dan lelah diperlakukan seperti ini terus, akhirnya saya memutuskan hubungan ini. Dengan jujur saya katakan padanya apa yang selama ini saya rasakan. Meskipun sedih setidaknya saya bisa berjuang untuk hati saya diri.”
8. Selalu merendahkan Anda
Ciri-ciri: Pria ini selalu merasa dirinya paling hebat. Dimatanya, apa pun yang Anda lakukan selalu salah. Ia tak pernah mengatakan kalimat-kalimat positif, tapi malah tak segan mengeluarkan kata-kata kasar yang merendahkan Anda.
Her say: Nicola Gracie, 28
“Well, I used to date this guy. Setiap kali berbicara ia selalu merendahkan saya. Padahal di awal pendekatan dia tidak seperti itu. Tapi lama-lama, saat saya sedang curhat, dia bukannya memberi saran yang membangun semangat saya, tapi malah mengeluarkan kata-kata yang merendahkan. Bertukar pikiran dengannya malah tidak membuat saya merasa lega, tapi justru membuat saya merasa terpojok dan down. Setiap kali mengobrol dengannya, saya selalu merasa lebih sedih dan jatuh. Saya pun langsung memutuskan hubungan ini. Buat apa pacaran kalau tidak memberikan pengaruh yang baik. Masih banyak pria dewasa dan santun di luar sana yang bisa mengerti dan menghargai wanita!”
Every woman wants to live happily ever after with Mr right. Tapi bagaimana jika pria yang Anda anggap Mr.Right ternyata berubah menjadi Mr.Wrong? Apakah Anda akan terus mempertahankannya?
Mungkin Anda akan mengatakan TIDAK, tapi kenyataannya semua itu sulit terlaksana. Sudah banyak hubungan yang sulit diputuskan hanya karena Anda sayang untuk melepaskannya. Tapi Anda juga merasa tidak bahagia dengan hubungan ini. Its painful as well as stressful to put all your time into a relationship just to leave with nothing. Jadi, apakah hubungan yang tidak sehat ini harus dipertahankan? Here are some clues to look for in a guy whom you're not sure about and also some stories from CLEO babes:
1. Posesif
Ciri-ciri: Memiliki kadar kecemburuan yang sangat besar. Setiap hari ia selalu menanyakan agenda Anda. Setiap jam ia menelepon dan menanyakan Anda ada dimana. Ia harus tahu semua account dan password email, facebook, dan twitter Anda. Ia akan memeriksa inbox sms Anda dan menginterogasi saat ada panggilan di ponsel Anda.
Her Say: Dilla Octariani, 23
“Saya pernah memiliki kekasih yang posesif. Ia harus tahu semua account email dan jejaring sosial saya, harus tahu isi phonebook saya, kalau ada telepon, ia akan bertanya macam-macam pada saya. Parahnya, setiap ada sms, telepon, atau komentar di facebook dari pria lain, saya pasti dituduh selingkuh! Padahal nggak jelas apa alasannya. Bahkan kalau saya lagi jalan sama dia, lalu ada pria yang nggak sengaja melihat saya, saya disangka kenal dan ada apa-apa dengan orang itu!
Dulu saya masih berusaha meladeni sikap posesifnya itu dengan cara bersikap cuek, tapi lama-lama sikapnya makin parah. Dan gara-gara itu saya jadi tidak jujur sama dia. Karena saya pikir, jujur saja dicurigai, jadi lebih baik bohong sekalian. Tapi akhirnya saya capek juga. Saya pun memutuskan hubungan ini. Ngapain juga saya pacaran dengan dia kalau tidak bahagia?”
2. Mengisolasi Anda
Ciri-ciri: Dia selalu melarang Anda pergi dengan teman-teman Anda, bahkan dengan sahabat terdekat Anda. Dia selalu curiga bahkan saat Anda sedang meeting untuk urusan kantor. Selain pekerjaan, hidup Anda hanya didedikasikan untuk pasangan. Lama-lama teman-teman mulai menjauhi Anda. Akhirnya, Anda pun mulai merasa sendirian, terasing, dan terisolasi dari pergaulan.
Her Say: Novi Ristyanie, 24
“Dulu, mantan kekasih sering melarang saya mengikuti berbagai kegiatan dan melarang saya bergaul dengan beberapa teman tanpa alasan yang jelas. Mungkin dia cemburu dan merasa insecure. Ia pernah beralasan kalau larangannya itu untuk menghindari saya dari kemungkinan selingkuh. Padahal pergaulan saya dengan teman-teman laki-laki masih dalam batas wajar. Saat berkegiatan, saya harus sudah sampai di rumah jam 9 malam, padahal kegiatan saya itu tidak bisa dijadwalkan waktunya. Lalu tepat jam itu ia akan menelepon ke rumah. Kalau saya belum sampai, ia akan marah besar sampai saya harus menangis memohon maaf. Ini sering membuat saya down dan berbohong untuk melakukan hal-hal yang dilarang olehnya. Akhirnya saya memberontak. Saya tetap beraktivitas tanpa memedulikan larangannya. Bahkan saya mulai berani marah jika ia mulai memarahi saya. Karena sudah lelah saya memutuskan hubungan ini tanpa rasa sedih atau kehilangan sama sekali.”
3. Abusif
Ciri-ciri: Yang dimaksud dengan abusif bukan cuma secara fisik tapi juga mental. Moodnya sering berubah secara drastis dan biasanya ia menyalahkan Anda sebagai penyebabnya. Emosinya bisa meledak di mana pun dan kapan pun, tak peduli dengan orang di sekeliling Anda. Bagi yang abusif secara fisik, mereka tak segan-segan menampar, memukul, atau meninju Anda untuk alasan yang sepele. Bahkan ia juga bisa melakukan tindakan sexual abuse.
Her say: Thika, 20
“Pacar saya dulu sangat posesif. Ia pernah memukul ulu hati saya sampai saya pingsan karena cemburu melihat saya dansa di acara cultural exchange farewell party. Saya benar-benar tidak percaya dia melakukan itu pada saya. Perilakunya itu masih berlanjut. Tidak jarang ia menampar saya karena masalah kecil. Dari situ saya ingin memutuskan hubungan ini, tapi ia selalu memohon-mohon supaya tidak diputuskan. Saya lalu berusaha memberinya kesempatan, tapi ia tetap tidak berubah. Akibat sikap posesifnya ini, saya jadi banyak berbohong. Karena tidak tahan lagi, akhirnya kami putus juga. Akhirnya hilang sudah penderitaan saya selama dua tahun. Saya tidak bisa membayangkan kalau akhirnya harus hidup terus-terusan dengan orang psycho seperti dia.”
4. Memanfaatkan materi Anda
Ciri-ciri: Karena ada maunya, mereka biasanya menunjukkan sikap romantis. Dia tak segan mengeluarkan rayuan maut agar Anda mengeluarkan uang untuk membelikan barang-barang yang ia mau. Jika Anda tidak sadar dengan aksinya itu, ia akan berani minta uang dengan alasan meminjam dan akan dikembalikan jika sudah punya uang. Tapi sampai kapan pun dia takkan pernah mengembalikannya.
Her say: Ellena, 25
“Saya pernah memiliki kekasih yang matre. Awalnya saya berpikir, kalau saya bisa memberi, kenapa saya harus perhitungan? Toh ia kekasih saya. Dulu, mulai dari nonton, makan, membeli baju, sepatu, bensin, dan pulsa, selalu saya yang bayar. Hal-hal kecil seperti membeli rokok dan membayar parkir pun memakai uang saya. Bisa dibilang semua keperluan dia, saya yang membiayai. Bahkan, kalau saya minta ditemani ke salon, dia malah lebih bersemangat karena bisa ikut melakukan perawatan (yang ujung-ujungnya saya juga yang bayar)! Pada tahun pertama, saya masih bisa menerima keadaan ini. Sampai akhirnya saya menyadari kalau laki-laki ini hanya menggerogoti uang saya. Akhirnya keputusan itu keluar juga dari mulut saya, saya katakan sejujurnya kalau saya malu setiap kali pergi dengan teman-teman, selalu saya yang harus membayar semuanya. Dengan memutuskannya dan berkata jujur, akhirnya saya merasa lebih lega dan bisa move on dengan hidup saya.”
5. Egois & mau menang sendiri
Ciri-ciri: Pria seperti ini hanya melihat dari sudut pandangnya dan tidak dapat melihat dari sudut pandang orang lain. Ia juga hanya memikirkan kepentingan pribadinya. Tidak mudah untuk berdiskusi dengannya karena ia akan berusaha keras agar kita menuruti pendapatnya.
Her say: Nia Dyah Rahmianti, 25
“Pacar egois? Hmmm, mantan pacar saya dulu seperti itu. Ia selalu menganggap apa yang saya lakukan selalu salah. Misalnya, ketika saya ingin ikut kursus bahasa asing, dia menganggap itu tidak perlu. Saat saya ingin memotong rambut, dia bilang wanita itu harus berambut panjang. Ketika pergi berdua pun saya jarang sekali bisa menentukan kemana ingin pergi. Belum lagi ketika kami berdebat tentang banyak hal, saya harus tunduk pada argumen yang dia katakan. Awalnya saya tidak merasakan keegoisannya itu karena tertutup perasaan sayang. Tapi lama-lama saya merasa seperti robot. Kalau salah satu pihak selalu mau menang sendiri, untuk apa hubungan ini dipertahankan? Akhirnya saya putus dengan dia. Baru pacaran saja sudah bersikap seperti itu, bagaimana nanti kalau sudah menikah?”
6. Selingkuh lagi, lagi, lagi, dan lagi
Ciri-ciri: Setia tidak ada dalam kamus hidupnya. Pria yang suka selingkuh berarti tidak pernah menghargai pasangannya. Setelah ketahuan biasanya ia akan meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Tapi siklus perselingkuhan dan permintaan maafnya akan terus terjadi berulang kali.
Her say: Shinta Ria, 32
“Dulu saya pacaran hampir 5 tahun dengan seorang pria. Di tahun kedua, ia ketahuan selingkuh dengan mantannya. Saat ketahuan, dia pun minta maaf. Pertama kali saya masih bisa memaafkan, tapi seiring berjalannya waktu saya masih curiga dia selingkuh lagi. Dan ternyata benar, dia masih berhubungan dengan orang yang sama. Saat itu saya masih memaafkannya. Sampai suatu ketika saya pergi ke rumahnya dan menemukan nomor telepon wanita itu. Saya lalu mencoba meneleponnya dan ternyata kekasih saya ada di rumah wanita itu. Rasanya marah, sakit hati, benci sekali. Akhirnya saya berpikir, kalau ada yang pertama, kedua, ketiga kalinya, pasti akan ada perselingkuhan yang berikutnya. Saya tidak mau kebodohan ini terulang lagi, jadi kenapa saya tidak berani untuk mutusin dia? Memang butuh waktu lama untuk memastikan semua itu sampai akhirnya saya yakin kalau perasaan sayang itu sudah tidak ada. Setelah saya putuskan, dia masih minta balik ke saya, tapi perasaan sayang saya sudah berubah jadi benci.”
7. Cuek dan tidak memedulikan Anda
Ciri-ciri: Hubungan Anda berdua seperti bukan sepasang kekasih karena ia lebih sibuk dengan kegiatannya dan teman-temannya. Anda jarang pergi berduaan dengannya, bahkan sangat jarang menghubungi Anda. Tidak heran kalau Anda malah merasa seperti wanita single tanpa pacar.
Her say: Ddhe Van Versie, 24
“Saya pernah menjalani hubungan dengan pria yang usianya dua tahun lebih muda dari saya. Mungkin karena itulah ia lebih sering pergi dengan teman-temannya. Menelepon dan memberi kabar pun sangat jarang! Sebagai wanita, saya kan juga sesekali ingin diperhatikan. Saya jadi merasa tidak pernah dihargai sebagai kekasihnya. Karena sedih dan lelah diperlakukan seperti ini terus, akhirnya saya memutuskan hubungan ini. Dengan jujur saya katakan padanya apa yang selama ini saya rasakan. Meskipun sedih setidaknya saya bisa berjuang untuk hati saya diri.”
8. Selalu merendahkan Anda
Ciri-ciri: Pria ini selalu merasa dirinya paling hebat. Dimatanya, apa pun yang Anda lakukan selalu salah. Ia tak pernah mengatakan kalimat-kalimat positif, tapi malah tak segan mengeluarkan kata-kata kasar yang merendahkan Anda.
Her say: Nicola Gracie, 28
“Well, I used to date this guy. Setiap kali berbicara ia selalu merendahkan saya. Padahal di awal pendekatan dia tidak seperti itu. Tapi lama-lama, saat saya sedang curhat, dia bukannya memberi saran yang membangun semangat saya, tapi malah mengeluarkan kata-kata yang merendahkan. Bertukar pikiran dengannya malah tidak membuat saya merasa lega, tapi justru membuat saya merasa terpojok dan down. Setiap kali mengobrol dengannya, saya selalu merasa lebih sedih dan jatuh. Saya pun langsung memutuskan hubungan ini. Buat apa pacaran kalau tidak memberikan pengaruh yang baik. Masih banyak pria dewasa dan santun di luar sana yang bisa mengerti dan menghargai wanita!”
Subscribe to:
Posts (Atom)