“People think a soul mate is your perfect fit, and that's what everyone wants. But a true soul mate is a mirror, the person who shows you everything that is holding you back, the person who brings you to your own attention so you can change your life.

A true soul mate is probably the most important person you'll ever meet, because they tear down your walls and smack you awake. But to live with a soul mate forever? Nah. Too painful. Soul mates, they come into your life just to reveal another layer of yourself to you, and then leave.

A soul mates purpose is to shake you up, tear apart your ego a little bit, show you your obstacles and addictions, break your heart open so new light can get in, make you so desperate and out of control that you have to transform your life, then introduce you to your spiritual master...”
Elizabeth Gilbert -
Showing posts with label Relationship. Show all posts
Showing posts with label Relationship. Show all posts

Thursday, 17 October 2013

Hampa

Gw lagi menye - menye. Berasa "sangat perempuan" yang dikendalikan oleh hati ketimbang logika. Gw lagi gaje a.k.a gak jelas. Makin hari semakin nampak gak jelasnya gw sebagai manusia wkwkwkwk. Ngawang, gak semangat dan nebar senyum palsu dimana - mana. Di kantor, di kampus, di rumah gw berhahaha hihihi. Gw bisa ketawa, gw bisa senyum, gw bisa nampak wajar. Tapi di balik kewajaran gw, gw ngerasa idup gw hampa. Berasa kosong. Ada yang hilang dari diri gw. Dan itu berasa banget kok. Di situ, di sudut hati gw ada sebuah tempat khusus buat seseorang. Biasanya dia ada distu, duduk anteng. Tapi berapa waktu yang lalu, dia (memilih) pergi. Kayaknya dia udah gak mau berdiam disitu lagi. Gw bisa apa? Gw udah usaha semampunya gw. Terus, gw berusaha tegar wkwkwk. Sok banget gw memaksakan kuat. Gw mampu walau gw gak mau. Itu sugesti buat diri gw pribadi. Belakangan juga banyak baca quote mengenai motivasi. Joget - joget abstrak di iringi lagu yang ajeb-ajeb dan berapa hal yang tentunya ngasih sesuatu positif buat diri gw. Tapi...tapi... terkadang rasa hampa memaksa muncul kepermukaan tanpa gw mau. Ujung-ujungnya gw nyesek sendiri. Ujung - ujungnya, gw nangis sendiri. Berasa gak nyaman sama keadaan yang begini.

Wednesday, 4 September 2013

Kuantitas vs kualitas

Sebelumnya gw berfikiran jika hubungan yang baik itu di lihat dari kualitasnya. Meskipun jarang bertatap muka, intensitas berdua kurang, asal hubungan itu berkualitas gak jadi soal. Beberapa tahun ini otak gw terdoktrin oleh pemikiran semacam itu sampai beberapa waktu belakangan ini gw berfikiran tentang kuantitas dalam suatu hubungan itu ternyata gak kalah penting. Seolah tersadar dengan konsep salah yang gw tanamkan, gw mencoba merenung dan berfikir ulang. Cukupkah hanya dengan kualitas tanpa menghadirkan kuantitas ?? Hasil perenungan gw berkata tidak bisa dan tidak cukup. Hubungan yang berkualitas itu perlu, tetapi kuantitas, intensitas kebersamaan dengan pasangan juga di perlukan. Bagaimanapun kuantitas itu membantu kita untuk menjaga rasa hangat dalam hubungan berpasangan. Lalu bagaimana dengan yang LDR?? boro-boro diapelin tiap minggu,  dapat sms aja udah sujud sukur  saking sibuknya pasangan :p yah itu gimana pinter-pinternya kita menjaga komunikasi. Sibuk boleh saja, toh itu demi masa depan. Tapi sempatkanlah untuk memberitahukan pasangan mengenai kesibukanmu. Jika ada waktu bertemu, pergunakanlah waktu yang ada dengan sebaiknya. Sharing dengan pasangan, saling bercerita mengenai apa yang terjadi selama tidak bertemu. Jika perlu, matikan handphone agar waktu yang kita miliki tidak terganggu oleh pekerjaan atau teman ketika sedang bersama pasangan. Berikan surprize atau kejutan kecil yang membuatnya senang. Gak harus berupa barang. Ajakan kencan dadakan pun bisa membuat pasangan mengembangkan senyum termanis yang dia punya. Well, suatu hubungan gak ditentukan oleh banyaknya kuantitas. Namun, kualitas yang di inginkan bisa kita dapatkan dari kuantitas.

Thursday, 20 June 2013

Relationship or relationshit?

Sore ini berbincang dengan seorang teman. Dia bertanya "menurutmu, apa makna relationship" Ting - tong, otak gw mulai ngeload, mencari - cari jawaban. Bingung aja kalo dadakan di tanyain mengenai hal serius semacam itu. Akhirnya, gw minta waktu sama dia. Gw mau cari tau makna relationship sendiri itu apa. Selama ini, mungkin, gw terlalu cuek. Gw gak peduli hal - hal kecil. Selama berhubungan pun, gw cuma mengandalkan perasaan gw sebagai seorang wanita. Hati gw bilang iya, maka iya. Untuk makna hubungan itu sendiri, gw kurang peduli selama gw nyaman dan ada cinta dalam hubungan yang gw jalani. Gw bahagia, dia bahagia, kami bahagia. So? apalagi coba wkwkwkwk 
Oke, back to topic. Mulai serius nih :)
Relationship, yang jika di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti hubungan.adalah kesinambungan interaksi antara dua orang atau lebih yang memudahkan proses pengenalan satu akan yang lain. Hubungan terjadi dalam setiap proses kehidupan manusia. Hubungan dapat dibedakan menjadi hubungan dengan teman sebaya, orangtua, keluarga, dan lingkungan sosial.Secara garis besar, hubungan terbagi menjadi hubungan positif dan negatif. Hubungan positif terjadi apabila kedua pihak yang berinteraksi merasa saling diuntungkan satu sama lain dan ditandai dengan adanya timbal balik yang serasi. Sedangkan, hubungan yang negatif terjadi apabila suatu pihak merasa sangat diuntungkan dan pihak yang lain merasa dirugikan. Dalam hal ini, tidak ada keselarasan timbal balik antara pihak yang berinteraksi.Lebih lanjut, hubungan dapat menentukan tingkat kedekatan dan kenyamanan antara pihak yang berinteraksi. Semakin dekat pihak-pihak tersebut, hubungan tersebut akan dibawa kepada tingkatan yang lebih tinggi. Itu menurut Wikipedia. Lah, kalo menurut gw? Dalam postingan gw yang ini, relationship yang akan gw bahas yaitu relationship antara dua orang manusia yang di mabuk cinta.Dalam hubungan yang ini, kata gw lebih rumit dari pada hubungan pertemanan. Alasannya? Karena melibatkan "hati" . Dalam berhubungan, kita harus menyatukan visi dan misi terlebih dahulu. Menurut gw itu perlu. Sisanya adalah memupuk cinta, meninggalkan ego, bertanggung jawab dan menguatkan hati untuk bersetia dan berkomitmen.Nampaknya mudah ya? Tetapi bertindak itu gak semudah dalam berkata lhoh.Gak sedikit pasangan yang menyerah di tengah perjalanan. Contohnya gak usah jauh - jauh. Diri gw sendiri. Beberapa kali gw in relationship dan berujung dengan in relationshit. Ada faktor yang bikin gw berkata STOP ketika berhubungan. Seringnya sih ego dan kurangnya pengertian. Sedih? Pasti. Tapi dunia belum berakhir :) Gw bangkit. Gw mulai berbenah sikap dan sifat gw yang mungkin tidak menyenangkan untuk beberapa orang. Step by step.Gw yakin, suatu hari nanti gw akan berada dalam suatu relationship yang benar - benar relationship dan bukan relationshit :)

Monday, 17 June 2013

Tanda Hubungan Tidak Sehat

Jakarta - Ketika sedang dimabuk cinta, pasangan bisa merasa segala sesuatunya indah sehingga apa yang sebenarnya buruk terkadang tertutup. Bisa jadi saat ini Anda sedang berada dalam suatu hubungan asmara yang tidak sehat, namun tak sadar karena tertutup perasaan cinta tadi. Agar tak salah melangkah, coba cek apakah tanda-tanda di bawah ini yang dipaparkan All Women Stalk ditemukan dalam hubungan Anda dan si dia atau tidak. Waspadai karena hubungan cinta yang tidak sehat sebenarnya dapat mengganggu kesehatan psikologis dan membuat percaya diri menurun.

1. Banyak Pertengkaran
Jika dalam hubungan Anda sering timbul pertengkaran kecil secara terus menerus, tanpa Anda sadari ini adalah salah satu tanda peringatan hubungan yang tidak sehat. Saat menjalin hubungan seharusnya ada sesuatu yang menyenangkan dalam hubungan itu dan bisa Anda serta si dia nikmati bersama.

2. Penghinaan
Apakah Anda atau pasangan sering menghina satu sama lain? Dan sering membahas kesalahan satu sama lain terus menerus? Itulah bibit yang akan menimbulkan pertengkaran dalam suatu hubungan. Jika Anda mencintai pasangan, Anda perlu menghargainya dengan tidak berbicara kasar kepadanya atau mengungkit kembali kesalahan lamanya.

3. Sering Kritik
Anda sering menerima atau memberi kritik tidak menyenangkan dari pasangan? Ini tidak baik untuk kelangsungan hubungan Anda. Jika ingin memberikan kritik lakukan di saat yang tepat. Usahakan kritik tersebut juga bersifat membangun untuk perbaikan dirinya. Kritikan yang tidak masuk akal seperti bisa membuat si dia menganggap Anda tidak menerima dirinya apa adanya. Apabila memiliki masalah dengan pasangan, sebaiknya bicarakan permasalahn tersebut jangan asal kritik.

4. Menghindari Masalah
Apakah Anda terus menerus menghindari masalah yang timbul dalam hubungan Anda? Ini adalah salah satu sikap tidak sehat yang dapat merusak hubungan dengan pasangan. Anda harus bekerjasama dengan pasangan untuk menyelesaikan masalah bukan menghindarinya. Caranya diskusikan masalah yang sedang Anda hadapi bersama.

5. Tidak Menjadi Diri Sendiri
Jika Anda sering mengubah pendapat karena khawatir pasangan tidak menerima pendapat tersebut, berarti Anda tidak menjadi diri sendiri. Anda tidak boleh kehilangan jati diri dalam suatu hubungan dan jangan pernah mengubah pendapat Anda untuk siapapun.

6. Persetujuan Keluarga
Apakah keluarga Anda tidak menyukai pasangan Anda? Jika iya, maka itu adalah peringatan dari keluarga Anda. Bisa jadi keluarga tidak menyukai perlakuan pasangan kepada Anda dan lebih mengharapkan yang terbaik untuk Anda.

7. Perasaan Bersalah
Banyaknya perasaan bersalah yang muncul dalam diri Anda atau pasangan dapat menjadi tanda-tanda peringatan besar bahwa hubungan Anda dan pasangan sudah tidak sehat. Anda tidak perlu merasa bersalah dalam sebuah hubungan. Seharusnya kebahagiaan lah yang dirasakan, bukan perasaan bersalah.


- Sumber : Wolipop.com ( Minggu, 21/4/2013)