“People think a soul mate is your perfect fit, and that's what everyone wants. But a true soul mate is a mirror, the person who shows you everything that is holding you back, the person who brings you to your own attention so you can change your life.

A true soul mate is probably the most important person you'll ever meet, because they tear down your walls and smack you awake. But to live with a soul mate forever? Nah. Too painful. Soul mates, they come into your life just to reveal another layer of yourself to you, and then leave.

A soul mates purpose is to shake you up, tear apart your ego a little bit, show you your obstacles and addictions, break your heart open so new light can get in, make you so desperate and out of control that you have to transform your life, then introduce you to your spiritual master...”
Elizabeth Gilbert -

Wednesday, 27 August 2014

Heru oh Heru

Belakangan suasana di kantor jadi heboh gara-gara si anak baru bernama Heru#nama samaran. Kalo kata big boss, Heru ini kurang 1 ons dan aku setuju dengan itu. Udah satu mingguan si Heru ini jadi bahan rumpian cewek-cewek kantor termasuk aku. Sok akrab, gak jelas, kepo dan noraknya amit-amit. Awalnya, pegawai yang lain gak tau kalo dia ini pegawai baru dengan posisi IT. Tau-tau ada aja, tau-tau pada bilang "mboh ki, koh ferry entok soko ngendi" yang kalo di terjemahkan ke dalam bahasa adalah : "gak tau tuh, koh ferry dapetin dia dari mana"

Gak jelasnya itu bikin jengkel tapi bikin ngakak juga. Nah, aku pernah minta tolong bukain jendela, dan apa yang terjadi? Si Heru gak bisa buka. Sambil di pegangnya jendela, di dorong-dorong dia bilang : " mbak jendelanya gak bisa di buka" aku yang liatin dia jadi keki. Apa pasal? Ya jelas aja ga bisa di buka. Lha wong "knop" nya aja gak di geser -,-

Eeemmm... Sebenarnya masih banyak ke gak jelasan tu mahluk absurd yang bikin nyengir. Tapi kapan-kapan aja deh di ceritain lagi. Udah malem, udah di tereakin suruh tidur :D

Sunday, 24 August 2014

Ego

Mau cerita soal aku dan si mr. Oke minggu kemarin. Ceritanya, malam minggu, minggu kemarin, kami "perang" , ribut tapi lewat bahasa tulis. Waktu kejadian sekitar jam 11-12 malam. Aku lagi angot, si mr. Oke juga ga kalah angot. Dan terjadilah. Di malam minggu, waktu yang seharusnya kami gunakan buat pacaran, malah kami gunakan buat adu argumen dan saling menyalahkan. Bisa di tebak, di akhir pertengkaran, aku nangis wkwkwkk. Dan setelah itu kami diam. Maksudnya, kami saling diam ga bertegur sapa hingga beberapa hari. Aku cukup egois. Dia pun begitu.

Selama beberapa hari ga saling tau kabar, aku ngerasa sesak. Ga enak, kepikiran dia tapi masih bertahan dengan ego. Ya, itulah aku. Jika sang ego bermain, aku lebih pilih sakit sendiri daripada mengalah. Jelek banget ya sifatku? ^^'  Selama "masa diamku", banyak pikiran ga baik datang silih berganti. Termasuk pikiran "kok dia ga cari aku? Dia ga sayang sama aku" yang nambahin down wkwkwwk. Dan malam itu, hari rabu malam, sepulang dari kantor aku berdiam di kamar mama. Nonton tv dan ngobrol ringan berdua dengan si mama. Tiba - tiba mr. Oke telpon. Aku seneng banget. Senyumku mengembang. Aku angkat, dari sebrang si mr. Oke dengan suara khasnya bertanya : " kok kamu ga cari aku?"  Ting tong... aku diam sesaat. Padahal pengen ngakak. Tapi jaim, jadinya aku malah balik tanya "kamu juga kenapa ga cari aku?"  Setelah itu si mr. Oke bilang " yaudah" lalu klik. Telpon mati. Aku ga mau dong pertengkaran kami berlanjut. Aku balik telpon. Kami baikan lagi :D

Makasih banget buat kamu, mr. Oke. Terima kasih udah kalahin ego kamu dulu buat cari aku. Aku sayang kamu tanpa koma ^^

Monday, 11 August 2014

Dear mantan

Mantan,
Sebaiknya begitu aku menyebutmu. Banyak hal yang terjadi, banyak waktu yang kita lewati. Senang, sedih, marah, perih dan lainnya. Bukan aku kepedean, tapi aku yakin kamu masih mengingatnya sama seperti aku. Ingatanmu payah, namun bukan berarti kamu bisa lupa kebersamaan kita yang 4tahun kemarin kan??
Mantan,
Aku tahu aku bersalah karena ninggalin kamu di saat terburukmu. Tapi, kamu pasti tahu sesutu yang dipaksakan tidak akan pernah berjalan dengan baik. Tidakkah kamu merasa, kebersamaan kita itu tidak baik ? Buatmu juga buatku. Disaat tertentu kita saling serang. Kita saling terluka. Tidak ada damai. Pola nya sama. Prosesnya sama. Kita ngobrol, kamu - aku tersinggung,  kamu marah - aku marah, kamu memaki - aku memaki, kita beradu sampai akhirnya...kita menangis. Kita meyesal. Masih sanggupkah kamu berada dalam situasi begitu? Teratur dan berulang seminggu minimal dua kali ?
Mantan,
Kita sudah mencoba berulang kali. Berpuluh kali selama 4tahun kebersamaan kita. Tidakkah itu cukup buatmu? Tidakkah itu suatu pembuktian bahwa kita memang tidak seharusnya bersama?
Mantan,
Aku mengerti dan sangat mengerti jika kamu masih belum menerima keputusanku yang sepihak. Bagaimanapun 4tahun itu bukan waktu yang sebentar. Tapi aku berharap suatu saat kamu mengerti, tentang aku dan kamu, kita yang seharusnya cuma bisa menjdi teman.

Saturday, 2 August 2014

Tentang dia

Dia. Sebut saja mr. Oke. Seseorang yang sekarang ada di hati dan mengisi kehidupanku. Kenapa di sebut mr. Oke? Karena eh karena, saking sibuknya dia seringnya balas sms dengan kata oke. Kalo aku lagi angot, aku ngrasa sakit hati dengan balasannya wkwkwkw... Beberapa kali protes, tapi lama-lama capek. Mr. Oke berumur 30+, di usianya yang sekarang dia jadi sosok yang sangat dewasa di mataku. Dia tipikal pekerja keras dan bertanggung jawab. Dia baik. Memiliki sepasang mata yang membuatku jatuh cinta ketika pertama kali kami saling adu pandang. Orangnya tegas, gentle dan cuek. Cuek? Iya. Dia cuek banget. Saking cueknya, aku sempat berfikir dia gak sayang sama aku. Sedih banget kalo pas pikiran itu datang. Aku bisa mendadak sesak terus nangis. Ada satu kejadian, yang jadi penyemangat ketika aku ngerasain rasa negatif itu lagi. Tinggal pejamin mata dan ingat-ingat saat itu. Ga lama aku pasti baikkan. Jadi, waktu itu kami ada sedikit berdebat. Aku hilang kontrol dan keluar unek-unek aku soal kecuekannya. Beberapa saat kami jadi terdiam. Tanpa bicara. Tanpa ada sepatah kata terucap. Aku nangis sesenggukan. Setelah berapa lama, dia mulai buka suara. Minta maaf lalu berkata dia sayang sama aku. Btw cerita soal dia disini bikin aku kangen sama dia hehehehe ^^7

Friday, 1 August 2014

Update

Lama kaga nulis di mari. Tentunya banyak berita dan banyak cerita. Saking banyaknya, ampe kaga bisa diceritaain disini. Sekarang, udah gak di Tangerang tapi di Semarang. Beautiful place yang selama 5 tahun aku tinggal buat merantau. Aku sama sekali gak nyangka, bakal balik lagi ke kota tempat aku lahir dan tubuh dewasa. Udah rencana Tuhan mereun :D

Kota lama yang berasa baru, pekerjaan baru, orang-orang baru, semua serba baru setelah 5 tahun berlalu. Aku hidup baru.