“People think a soul mate is your perfect fit, and that's what everyone wants. But a true soul mate is a mirror, the person who shows you everything that is holding you back, the person who brings you to your own attention so you can change your life.

A true soul mate is probably the most important person you'll ever meet, because they tear down your walls and smack you awake. But to live with a soul mate forever? Nah. Too painful. Soul mates, they come into your life just to reveal another layer of yourself to you, and then leave.

A soul mates purpose is to shake you up, tear apart your ego a little bit, show you your obstacles and addictions, break your heart open so new light can get in, make you so desperate and out of control that you have to transform your life, then introduce you to your spiritual master...”
Elizabeth Gilbert -

Friday, 20 January 2017

#Day4 #KampusFiksi10DaysWritingChallenge

Bandar udara atau lebih populer dengan sebutan bandara, menjadi saksi pertemuan gw dengan si dia. Si dia itu siapa ya? Siapa lagi kalo bukan mantan gw 😅

Mmmm... ok

Back to topic.

Gw ga pernah nyangka, kalo gw yang saat itu masih polos lugu, bakal punya nyali untuk nemuin dia. Orang asing yang baru aja beberapa bulan gw kenal lewat chatbox, sebuah aplikasi chat khusus bagi pengguna salah satu provider yang di dominasi warna merah pada logonya. Gw masih ingat, gimana petang itu gw naik taksi dari Cipondoh sampai ke Soetta seorang diri. Padahal ya, waktu itu lagi musimnya penculikan  😅😅 tapi entah kenapa, gw percaya sama dia dan gw mau ketemu sama dia. Pikir gw saat itu, gpp lah ya, ketemu orang baru yang kebetulan gw taksir 😂😂😂 Lagipula dari cipondoh ke bandara itu dekat, kalo naik taksi ga ada 30 menit dan ongkosnya juga ga sampe goban 😝

--------#####--------

@BandaraSoetta

Samar, tapi masih bisa gw ingat, gimana perasaan berdebarnya gw ketika nunggu dia  turun dari pesawat yang membawanya dari pulau andalas. Sempat beberapa kali gw keluar masuk kamar mandi hanya untuk melihat penampilan gw di cermin. Sudah rapikah gw?? Gimana bedak gw? Lunturkah? Rambut gw perlukah untuk disisir ulang? Begitu aja terus sampai akhirnya gw dapat kabar dari si dia yang pesawatnya baru aja landing. Jantung gw rasanya makin ga karuan. Gw ambil nafas, lalu melangkah pergi meninggalkan toilet bandara menuju terminal kedatangan. Tapi gw ga nunggu di depan terminal kedatangannya persis. Sesuai arahan dari dia, biar gw ga capek nunggu dia yang lagi antri bagasi , gw duduk-duduk manis di bangku yang ga jauh dari AW, sebuah resto sejenis ki-ef-si. Tau kan yaa?? Kalo ga tau ya kebangetan siih 😅😅

Beberapa saat kemudian, saat yang paling mendebarkan pun terjadi. Begitu ketemu, reflek gw cium tangannya. Gw mah gitu. Sopan :v Sebagai balasannya, dia malah kecup kening gw. Rasa grogi bercampur malu diperlakukan begitu bikin gw diam, ga banyak omong. Untungnya dia orang yang supel, jadi ga perlu waktu lama untuk bisa mencairkan suasana yang sempat kaku.

Dan malam itu, kami makan malam berdua di AW sambil ngobrol. Eh ga makan siih. Dia yang makan, gw yang gangguin dia 😶😶😶

No comments:

Post a Comment