“People think a soul mate is your perfect fit, and that's what everyone wants. But a true soul mate is a mirror, the person who shows you everything that is holding you back, the person who brings you to your own attention so you can change your life.
A true soul mate is probably the most important person you'll ever meet, because they tear down your walls and smack you awake. But to live with a soul mate forever? Nah. Too painful. Soul mates, they come into your life just to reveal another layer of yourself to you, and then leave.
A soul mates purpose is to shake you up, tear apart your ego a little bit, show you your obstacles and addictions, break your heart open so new light can get in, make you so desperate and out of control that you have to transform your life, then introduce you to your spiritual master...”
― Elizabeth Gilbert -
A true soul mate is probably the most important person you'll ever meet, because they tear down your walls and smack you awake. But to live with a soul mate forever? Nah. Too painful. Soul mates, they come into your life just to reveal another layer of yourself to you, and then leave.
A soul mates purpose is to shake you up, tear apart your ego a little bit, show you your obstacles and addictions, break your heart open so new light can get in, make you so desperate and out of control that you have to transform your life, then introduce you to your spiritual master...”
― Elizabeth Gilbert -
Sunday, 16 June 2013
Laksa
Wuuuaaahaaaaaaaaaaa...lama banget ih gw kaga update :( Sibuk! Maklum, nasib kuli wkwkwkwk Hari ini, gw mau cerita mengenai laksa. Kejadiannya udah agak lama, yah sekitar bulan lalu, tapi masih boleh lah ya kalo gw ceritain. Laksa, gw gak tau laksa itu makanan apa. Rasanya bagaimana. Bentuknya itu macem mana. Pokoknya, gw cuma tau ada makanan bernama laksa. Belum pernah nyoba sama sekali dan gak ada niatan untuk sekedar googling. Singkat cerita, waktu itu, pulang kuliah, sekitar jam 9 malem, gw terdampar di sebuah tempat. Di situ banyak penjaja kuliner. Mulai dari depot ala cafe yang di hiasi lilin di setiap mejanya, sampai abang - abang yang bermodal gerobak dorong. Berada di kawasan makanan, iman gw cukup teguh untuk bertahan gak jajan, tapi sayang, imron gw meronta minta makan wkwkwk. Jalan - jalan sebentar sambil nyari angkot, mata gw nemu abang - abang dengan gerobak dorong berwarna hijau bertuliskan LAKSA. Gw yang memang belum pernah nyoba jadi penasaran. Gw samperin dan terjadilah transaksi. "Bang, laksa nya 1 makan di sini" kata gw sambil nyari tempat buat duduk. Gak pake lama, si abang pun dengan cekatan nyiapin pesenan gw dan nyerahin sepiring laksa pesanan gw. Gw terima laksa dari si abang dan eeng iiing eeeng... gw terdiam lumayan lama wkwkwwk. Sepiring laksa itu berisi mie, potongan ayam bagian paha dan kuah santan yang melimpah ruah. Gilaaaaaaaaaak, pengen nangis rasanya. Gw gak begitu suka kuah santan. Kebayang dong muka gw yang tadinya sumringah mendadak berubah berduka cita wkwkwk. Suapan pertama pun gw lakukan dengan sangat terpaksa. Kesan gw? Mie nya bukan mie yang biasa. Berasa makan nasi berbentuk mie. Gak cocok di lidah gw pokoknya. Penghibur gw cuma paha ayam yang gurih. Setelah beberapa lama, sepiring laksa pun habis dengan terpaksa wkwkwk. Saatnya bayar si abang. Empat belas ribu rupiah untuk sepiring laksa yang bikin gw gak akan mau makan laksa lagi.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment