Hari ini gw ada "ngerumpi" sama temen-temen gw. Para ladies, temen kampus, sebut aja namanya F dan E. Banyak hal yang kami obrolin. Dari hal jelas ampe hal yang absurd. Diantara banyaknya topik bahasan kami, ada sebuah topik yang menarik perhatian gw. Soal pacar atau pasangan. Si F bercerita mengenai pacarnya yang suka cuek kalo pas berdua. Autis sama gadget. Gw bisa bayangin tuh rasanya jadi F. Pasti pengen banget ngerebut terus ngebanting si gadget yang jadi biang onar wkwkwk. Lain F, lain pula si E. Bikin ngiri XD Konon katanya (kata si F) pacar E itu ngejaga bener quality time yang dia punya ketika bersama E. Kalo ada sms di biarin dulu. Intinya fokus sama E. Seneng banget ya kalo jd E? Wkwkwk#rumput tetangga memang selalu lebih hijau XD
A true soul mate is probably the most important person you'll ever meet, because they tear down your walls and smack you awake. But to live with a soul mate forever? Nah. Too painful. Soul mates, they come into your life just to reveal another layer of yourself to you, and then leave.
A soul mates purpose is to shake you up, tear apart your ego a little bit, show you your obstacles and addictions, break your heart open so new light can get in, make you so desperate and out of control that you have to transform your life, then introduce you to your spiritual master...”
― Elizabeth Gilbert -
Saturday, 28 September 2013
Thursday, 19 September 2013
Tuesday, 17 September 2013
Mirrors
[Pre-Hook]
[Hook]
[Verse 2]
[Pre-Hook]
[Hook]
[Break]
[Hook]
[Hook 2] x10You are you are the love of my life
[Verse 3]
[Hook 2] x8You are you are the love of my life
[Verse 4]
[Hook 2] x16You are you are the love of my life
Monday, 16 September 2013
Gombalan
Pagi ini gw telpon kakak. Gw berasa lagi jadi manusia paling abstrak. Well, sebenernya gw lagi butuh seseorang yang bisa tenangin gw. Gw pikir dia bisa karena dia sudah sangat lama mengenal gw. Yasudah, gw telpon dia. Ga pake lama setelah ucapan selamat pagi, tangis gw meledak. Kakak kebingungan dan bertanya kenapa. Ga ada kata lain keluar dari mulut gw selain "adek capek" dan setelahnya tangis gw kembali meledak. Dada gw sesak. Lumayan lama gw nangis heboh. Gw rasa dia mencoba mengerti tentang keadaan gw. Makanya dia ga banyak berkata. 20 menit, setelah tangis gw reda, kami ngobrol biasa. Gw udah bisa diajak komunikasi. Dan di tengah obrolan tadi gw sempat di gombalin. Seneng? Boro-boro. Gw berasa di tampar. Tiap kata nya bikin gw tercenung.
Kakak : dek, pagi ini dingin ga??
Gw : iya, dingin.
Kakak : Tapi ga sedingin hatimu dek.
Setelahnya gw diam. Hati gw dingin? Maybe.
Wednesday, 4 September 2013
Kuantitas vs kualitas
Sebelumnya gw berfikiran jika hubungan yang baik itu di lihat dari kualitasnya. Meskipun jarang bertatap muka, intensitas berdua kurang, asal hubungan itu berkualitas gak jadi soal. Beberapa tahun ini otak gw terdoktrin oleh pemikiran semacam itu sampai beberapa waktu belakangan ini gw berfikiran tentang kuantitas dalam suatu hubungan itu ternyata gak kalah penting. Seolah tersadar dengan konsep salah yang gw tanamkan, gw mencoba merenung dan berfikir ulang. Cukupkah hanya dengan kualitas tanpa menghadirkan kuantitas ?? Hasil perenungan gw berkata tidak bisa dan tidak cukup. Hubungan yang berkualitas itu perlu, tetapi kuantitas, intensitas kebersamaan dengan pasangan juga di perlukan. Bagaimanapun kuantitas itu membantu kita untuk menjaga rasa hangat dalam hubungan berpasangan. Lalu bagaimana dengan yang LDR?? boro-boro diapelin tiap minggu, dapat sms aja udah sujud sukur saking sibuknya pasangan :p yah itu gimana pinter-pinternya kita menjaga komunikasi. Sibuk boleh saja, toh itu demi masa depan. Tapi sempatkanlah untuk memberitahukan pasangan mengenai kesibukanmu. Jika ada waktu bertemu, pergunakanlah waktu yang ada dengan sebaiknya. Sharing dengan pasangan, saling bercerita mengenai apa yang terjadi selama tidak bertemu. Jika perlu, matikan handphone agar waktu yang kita miliki tidak terganggu oleh pekerjaan atau teman ketika sedang bersama pasangan. Berikan surprize atau kejutan kecil yang membuatnya senang. Gak harus berupa barang. Ajakan kencan dadakan pun bisa membuat pasangan mengembangkan senyum termanis yang dia punya. Well, suatu hubungan gak ditentukan oleh banyaknya kuantitas. Namun, kualitas yang di inginkan bisa kita dapatkan dari kuantitas.