Gw nemu artikel bagus di web. Artikel ini ada di CLEO. Patut di baca sih. Nih gw share
Every woman wants to live happily ever after with Mr right. Tapi
bagaimana jika pria yang Anda anggap Mr.Right ternyata berubah menjadi
Mr.Wrong? Apakah Anda akan terus mempertahankannya?
Mungkin Anda akan mengatakan TIDAK, tapi kenyataannya semua itu sulit
terlaksana. Sudah banyak hubungan yang sulit diputuskan hanya karena
Anda sayang untuk melepaskannya. Tapi Anda juga merasa tidak bahagia
dengan hubungan ini. I
ts painful as well as stressful to put all your time into a relationship just to leave with nothing. Jadi, apakah hubungan yang tidak sehat ini harus dipertahankan?
Here are some clues to look for in a guy whom you're not sure about and also some stories from CLEO babes: 1. PosesifCiri-ciri:
Memiliki kadar kecemburuan yang sangat besar. Setiap hari ia selalu
menanyakan agenda Anda. Setiap jam ia menelepon dan menanyakan Anda ada
dimana. Ia harus tahu semua
account dan
password email, facebook, dan twitter Anda. Ia akan memeriksa inbox sms Anda dan menginterogasi saat ada panggilan di ponsel Anda.
Her Say: Dilla Octariani, 23
“Saya pernah memiliki kekasih yang posesif. Ia harus tahu semua
account email dan jejaring sosial saya, harus tahu isi phonebook saya,
kalau ada telepon, ia akan bertanya macam-macam pada saya. Parahnya,
setiap ada sms, telepon, atau komentar di facebook dari pria lain, saya
pasti dituduh selingkuh! Padahal nggak jelas apa alasannya. Bahkan
kalau saya lagi jalan sama dia, lalu ada pria yang nggak sengaja
melihat saya, saya disangka kenal dan ada apa-apa dengan orang itu!
Dulu saya masih berusaha meladeni sikap posesifnya itu dengan cara
bersikap cuek, tapi lama-lama sikapnya makin parah. Dan gara-gara itu
saya jadi tidak jujur sama dia. Karena saya pikir, jujur saja
dicurigai, jadi lebih baik bohong sekalian. Tapi akhirnya saya capek
juga. Saya pun memutuskan hubungan ini. Ngapain juga saya pacaran
dengan dia kalau tidak bahagia?”
2. Mengisolasi Anda Ciri-ciri:
Dia selalu melarang Anda pergi dengan teman-teman Anda, bahkan dengan
sahabat terdekat Anda. Dia selalu curiga bahkan saat Anda sedang
meeting untuk urusan kantor. Selain pekerjaan, hidup Anda hanya
didedikasikan untuk pasangan. Lama-lama teman-teman mulai menjauhi
Anda. Akhirnya, Anda pun mulai merasa sendirian, terasing, dan
terisolasi dari pergaulan.
Her Say: Novi Ristyanie, 24
“Dulu, mantan kekasih sering melarang saya mengikuti berbagai kegiatan
dan melarang saya bergaul dengan beberapa teman tanpa alasan yang
jelas. Mungkin dia cemburu dan merasa
insecure. Ia pernah
beralasan kalau larangannya itu untuk menghindari saya dari kemungkinan
selingkuh. Padahal pergaulan saya dengan teman-teman laki-laki masih
dalam batas wajar. Saat berkegiatan, saya harus sudah sampai di rumah
jam 9 malam, padahal kegiatan saya itu tidak bisa dijadwalkan waktunya.
Lalu tepat jam itu ia akan menelepon ke rumah. Kalau saya belum sampai,
ia akan marah besar sampai saya harus menangis memohon maaf. Ini sering
membuat saya down dan berbohong untuk melakukan hal-hal yang dilarang
olehnya. Akhirnya saya memberontak. Saya tetap beraktivitas tanpa
memedulikan larangannya. Bahkan saya mulai berani marah jika ia mulai
memarahi saya. Karena sudah lelah saya memutuskan hubungan ini tanpa
rasa sedih atau kehilangan sama sekali.”
3. AbusifCiri-ciri: Yang
dimaksud dengan abusif bukan cuma secara fisik tapi juga mental.
Moodnya sering berubah secara drastis dan biasanya ia menyalahkan Anda
sebagai penyebabnya. Emosinya bisa meledak di mana pun dan kapan pun,
tak peduli dengan orang di sekeliling Anda. Bagi yang abusif secara
fisik, mereka tak segan-segan menampar, memukul, atau meninju Anda
untuk alasan yang sepele. Bahkan ia juga bisa melakukan tindakan
sexual abuse.Her say: Thika, 20
“Pacar saya dulu sangat posesif. Ia pernah memukul ulu hati saya sampai
saya pingsan karena cemburu melihat saya dansa di acara cultural
exchange farewell party. Saya benar-benar tidak percaya dia melakukan
itu pada saya. Perilakunya itu masih berlanjut. Tidak jarang ia
menampar saya karena masalah kecil. Dari situ saya ingin memutuskan
hubungan ini, tapi ia selalu memohon-mohon supaya tidak diputuskan.
Saya lalu berusaha memberinya kesempatan, tapi ia tetap tidak berubah.
Akibat sikap posesifnya ini, saya jadi banyak berbohong. Karena tidak
tahan lagi, akhirnya kami putus juga. Akhirnya hilang sudah penderitaan
saya selama dua tahun. Saya tidak bisa membayangkan kalau akhirnya
harus hidup terus-terusan dengan orang
psycho seperti dia.”
4. Memanfaatkan materi AndaCiri-ciri:
Karena ada maunya, mereka biasanya menunjukkan sikap romantis. Dia tak
segan mengeluarkan rayuan maut agar Anda mengeluarkan uang untuk
membelikan barang-barang yang ia mau. Jika Anda tidak sadar dengan
aksinya itu, ia akan berani minta uang dengan alasan meminjam dan akan
dikembalikan jika sudah punya uang. Tapi sampai kapan pun dia takkan
pernah mengembalikannya.
Her say: Ellena, 25 “Saya
pernah memiliki kekasih yang matre. Awalnya saya berpikir, kalau saya
bisa memberi, kenapa saya harus perhitungan? Toh ia kekasih saya. Dulu,
mulai dari nonton, makan, membeli baju, sepatu, bensin, dan pulsa,
selalu saya yang bayar. Hal-hal kecil seperti membeli rokok dan
membayar parkir pun memakai uang saya. Bisa dibilang semua keperluan
dia, saya yang membiayai. Bahkan, kalau saya minta ditemani ke salon,
dia malah lebih bersemangat karena bisa ikut melakukan perawatan (yang
ujung-ujungnya saya juga yang bayar)! Pada tahun pertama, saya masih
bisa menerima keadaan ini. Sampai akhirnya saya menyadari kalau
laki-laki ini hanya menggerogoti uang saya. Akhirnya keputusan itu
keluar juga dari mulut saya, saya katakan sejujurnya kalau saya malu
setiap kali pergi dengan teman-teman, selalu saya yang harus membayar
semuanya. Dengan memutuskannya dan berkata jujur, akhirnya saya merasa
lebih lega dan bisa move on dengan hidup saya.”
5. Egois & mau menang sendiriCiri-ciri: Pria
seperti ini hanya melihat dari sudut pandangnya dan tidak dapat melihat
dari sudut pandang orang lain. Ia juga hanya memikirkan kepentingan
pribadinya. Tidak mudah untuk berdiskusi dengannya karena ia akan
berusaha keras agar kita menuruti pendapatnya.
Her say: Nia Dyah Rahmianti, 25
“Pacar egois? Hmmm, mantan pacar saya dulu seperti itu. Ia selalu
menganggap apa yang saya lakukan selalu salah. Misalnya, ketika saya
ingin ikut kursus bahasa asing, dia menganggap itu tidak perlu. Saat
saya ingin memotong rambut, dia bilang wanita itu harus berambut
panjang. Ketika pergi berdua pun saya jarang sekali bisa menentukan
kemana ingin pergi. Belum lagi ketika kami berdebat tentang banyak hal,
saya harus tunduk pada argumen yang dia katakan. Awalnya saya tidak
merasakan keegoisannya itu karena tertutup perasaan sayang. Tapi
lama-lama saya merasa seperti robot. Kalau salah satu pihak selalu mau
menang sendiri, untuk apa hubungan ini dipertahankan? Akhirnya saya
putus dengan dia. Baru pacaran saja sudah bersikap seperti itu,
bagaimana nanti kalau sudah menikah?”
6. Selingkuh lagi, lagi, lagi, dan lagiCiri-ciri: Setia
tidak ada dalam kamus hidupnya. Pria yang suka selingkuh berarti tidak
pernah menghargai pasangannya. Setelah ketahuan biasanya ia akan
meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Tapi siklus
perselingkuhan dan permintaan maafnya akan terus terjadi berulang kali.
Her say: Shinta Ria, 32
“Dulu saya pacaran hampir 5 tahun dengan seorang pria. Di tahun kedua,
ia ketahuan selingkuh dengan mantannya. Saat ketahuan, dia pun minta
maaf. Pertama kali saya masih bisa memaafkan, tapi seiring berjalannya
waktu saya masih curiga dia selingkuh lagi. Dan ternyata benar, dia
masih berhubungan dengan orang yang sama. Saat itu saya masih
memaafkannya. Sampai suatu ketika saya pergi ke rumahnya dan menemukan
nomor telepon wanita itu. Saya lalu mencoba meneleponnya dan ternyata
kekasih saya ada di rumah wanita itu. Rasanya marah, sakit hati, benci
sekali. Akhirnya saya berpikir, kalau ada yang pertama, kedua, ketiga
kalinya, pasti akan ada perselingkuhan yang berikutnya. Saya tidak mau
kebodohan ini terulang lagi, jadi kenapa saya tidak berani untuk
mutusin dia? Memang butuh waktu lama untuk memastikan semua itu sampai
akhirnya saya yakin kalau perasaan sayang itu sudah tidak ada. Setelah
saya putuskan, dia masih minta balik ke saya, tapi perasaan sayang saya
sudah berubah jadi benci.”
7. Cuek dan tidak memedulikan AndaCiri-ciri:
Hubungan Anda berdua seperti bukan sepasang kekasih karena ia lebih
sibuk dengan kegiatannya dan teman-temannya. Anda jarang pergi berduaan
dengannya, bahkan sangat jarang menghubungi Anda. Tidak heran kalau
Anda malah merasa seperti wanita
single tanpa pacar.
Her say: Ddhe Van Versie, 24
“Saya pernah menjalani hubungan dengan pria yang usianya dua tahun
lebih muda dari saya. Mungkin karena itulah ia lebih sering pergi
dengan teman-temannya. Menelepon dan memberi kabar pun sangat jarang!
Sebagai wanita, saya kan juga sesekali ingin diperhatikan. Saya jadi
merasa tidak pernah dihargai sebagai kekasihnya. Karena sedih dan lelah
diperlakukan seperti ini terus, akhirnya saya memutuskan hubungan ini.
Dengan jujur saya katakan padanya apa yang selama ini saya rasakan.
Meskipun sedih setidaknya saya bisa berjuang untuk hati saya diri.”
8. Selalu merendahkan AndaCiri-ciri: Pria
ini selalu merasa dirinya paling hebat. Dimatanya, apa pun yang Anda
lakukan selalu salah. Ia tak pernah mengatakan kalimat-kalimat positif,
tapi malah tak segan mengeluarkan kata-kata kasar yang merendahkan
Anda.
Her say: Nicola Gracie, 28 “Well, I used to
date this guy. Setiap kali berbicara ia selalu merendahkan saya.
Padahal di awal pendekatan dia tidak seperti itu. Tapi lama-lama, saat
saya sedang curhat, dia bukannya memberi saran yang membangun semangat
saya, tapi malah mengeluarkan kata-kata yang merendahkan. Bertukar
pikiran dengannya malah tidak membuat saya merasa lega, tapi justru
membuat saya merasa terpojok dan
down. Setiap kali mengobrol
dengannya, saya selalu merasa lebih sedih dan jatuh. Saya pun langsung
memutuskan hubungan ini. Buat apa pacaran kalau tidak memberikan
pengaruh yang baik. Masih banyak pria dewasa dan santun di luar sana
yang bisa mengerti dan menghargai wanita!”